Rabu, 14 November 2012

Bersyukurlah

[LIFE]

Berliku jalan hidupku dan tentunya semua orang. Berbeda peran namun tetap satu tujuan: kebahagiaan. Banyak orang berpikir bahwa frasa "bahagia" adalah sesuatu yg bersifat relatif. Kalo memang orang-orang mengartikan "bahagia" secara berbeda, buat apa sampai ada yg berani menentukan definisinya pada Kamus Bahasa Indonesia? Secara logika arti "bahagia" itu simple aja, maka dari itu saya malas mengeceknya lalu menuliskannya disini. Saya hanya yakin saja pasti itu ada di kamus.


Dari gambar ini seharusnya kita sudah bisa mengerti. Jika masih ada yg bersikeras bahwa bahagia itu sesuatu yg tak bisa ditakarkan, maka gambar ini akan memberikan takarannya, sudah atau belum kah kita bahagia?

Tanpa kacamata, penglihatanku kabur saat melihat bintang. Namun bersyukur adalah keharusan bagiku, tidak bernilai pahala. Dibandingkan dengan rasa syukur yg masih mengalir bagi mereka yg tlah kerut kotak air matanya. Penglihatan yg harus mereka lihat setiap hari: kotor dan kemiskinan. Rasa syukur merekalah yg layak.

Maka? Bersyukurlah...

Tindakan yg mengiringi rasa syukur itu baru terserah Anda. Itu baru yg relatif. Paling tidak membantu mereka adalah suatu keharusan. Tindakan yg seharusnya tidak perlu bernilai pahala.

Ikhlas?

November 2012
-Selamat Tahun Baru 1434 H-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar